Dokter Heran, 120 Hari Belum Putus
Malang - Surya- Karena tali pusar, Kenzie Ivander Abdad, bayi lucu kelahiran Malang, 25 Mei 2010, siap mengukirkan namanya di buku Museum Rekor Indonesia (MURI). Kenzie, bayi pasangan Roy Vivin Mareta dan Erma Hidayati, bakal menjadi bayi Indonesia dengan tali pusar yang menempel terlama, karena hingga sekarang (120 hari setelah lahir), tali pusar di perut Kenzie belum juga putus.
Ibu Kenzie, Erma, mengaku suaminya sendiri yang menghubungi pihak MURI. ”Mereka hanya bilang, sejauh ini anak saya jadi yang terlama, karena saat ini pemegang rekor MURI tercatat hanya bertahan sampai 94 hari,” ujar Erma, ditemui di kediamannya di kawasan Graha Dewata, Joyo Suko, Kota Malang,
Erma mengakui kondisi putranya itu langka. Keluarga, tetangga, serta dokter dan sejumlah perawat di rumah sakit bersalin yang tahu hal ini sampai terheran-heran. Sebab pada umumnya, tali pusar hanya bertahan seminggu. Anak pertamanya yang 6 tahun lebih tua dari Kenzie hanya butuh waktu 10 hari untuk pupak puser.
Namun ia tak khawatir. ”Mau bagaimana lagi, lha wong kata dokter saya hanya disuruh menunggu, dan tidak perlu periksa ke mana-mana,” tambah Erma.
Kenzie dilahirkan secara normal di RS Anak dan Bersalin Muhammadiyah, Kota Malang. Namun prosesnya cukup membuat khawatir para bidan, karena meski sudah kontraksi, si orok tak kunjung keluar. ”Ibu-ibu di sebelah saya sudah pada pulang, saya masih belum ada tanda-tanda keluar,” kenang Erma.
Masuk kamar persalinan Senin dini hari, Kenzie akhirnya keluar Selasa tepat sebelum azan subuh. Ternyata, tali pusatnya menghalangi jalan lahir. Selain itu, saat hamil ukuran perutnya tergolong amat besar, sehingga sempat dikira hamil anak kembar.
Kini Erma pasrah dan memilih menunggu putusnya tali pusar anaknya itu. Ia pun tak berminat memeriksakan anaknya kepada dokter. ”Lagipula, anak saya tidak pernah menangis kesakitan. Selain itu, tidak ada tanda-tanda kelainan yang ditanyakan dokter, seperti badan demam, atau bengkak,” ujar ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang pekerja bank swasta ini.
Karena Kenzie pula, keluarga Erma jadi cerita di kawasan perumahan tersebut. Setiap hari, para tetangga kerap datang hanya untuk menanyakan apakah tali pusar Kenzie sudah putus.
Kondisi Kenzi ini tak pelak membuat heran dokter spesialis anak. Ahli Ilmu Kesehatan Anak Unair, Prof dr Bambang Permono SpAK MBA PhD, bahkan tidak percaya tali pusar itu masih tetap menempel dalam usia bayi yang sudah sepertiga tahun itu.
“Selama 40 tahun menangani bayi, baru kali ini ada tali pusar masih tetap menempel hingga mengering. Saya belum yakin kalau itu adalah tali pusar. Ada baiknya dilihat dulu tali pusar yang sebenarnya. Setidaknya saya harus tahu fotonya dulu,” kata Bambang saat dikonfirmasi Surya.
Meski demikian, guru besar kedokteran Unair ini menyarankan kepada keluarga bayi agar segera membawa anak itu ke rumah sakit. Secara klinis, kondisi bayi yang demikian juga bisa segera diatasi untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Ia khawatir tali pusat itu bisa kena infeksi.
Selama belum melihat sendiri atau minimal foto, Bambang mengaku belum yakin bahwa yang menempel di perut itu tali pusar. Tali pusar idealnya memang akan lepas sendiri atau pupak dalam usia beberapa hari. Setelah itu tali pusar lazimnya kemudian mengering lalu putus dengan sendirinya.
“Karena kami belum melihat anak atau fotonya, bisa jadi itu adalah penyakit atau organ lain yang tumbuh dari dalam. Tetapi, semua pasti ada solusinya sejauh kita berusaha,”
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment